hijab yang diwajibkan Allah masih didiskusikan di negeri kaum Muslim bernama Indonesia | alasan bagi kita bersedih dan menangis
kewajiban hijab itu tertera dalam Al-Qur'an sama wajibnya dengan shalat
| Muslim seperti apa yang berani menentang keputusan Allah?
sedih dan remuk hati ini saat mengetahui ada Muslim yang masih punya
pilihan lain | saat Allah dan Rasul sudah menuntun ke jalan terbaik
kebaikan dihambat dengan segala juklak juknis sementara kejahatan
dipermudah | memudahkan maksiat mempersulit taat | innalillahi...
sedihnya Rasul saat sahabat menunda menyembelih kurban di Hudaibiyah | bagaimana sedihnya Rasul melihat ummatnya sekarang?
mereka bershalawat tapi mengingkari Nabi, mereka membaca Al-Qur'an namun menantang Allah | ampuni kesombongan kami.. ampuni..
benar pepatah melayu "kalo nak 1000 daye, kalo tak nak 1000 daleh" |
mau 1000 upaya, tak mau 1000 alasan | kini 1000 alasan larang hijab
saat manusia merasa dengan tahta ia jadi lebih hebat dari yang lainnya |
tunggu saja saat Allah meminta pertanggungan atas tahta
"akulah Tuhanmu tertinggi!" begitu pongah Fir'aun dengan tahtanya |
sebelum pertanggungan di laut merah dengan pasir di mulutnya
berani mendebat aturan Allah dengan alasan aturan korps? | adakah aturan
korps ditanya saat kaki dibangkitkan di padang mahsyar?
andai
ayahanda kapolri mendengar resah gulana ananda disini | andai ayahanda
mau berbagi kegundaan bersama ananda akan Tuhan kita Allah
Al-Quran itu layaknya matahari yang membutakan siapapun yang menantangnya | dan menerangi orang yang menundukkan kepala padanya
andai ayahanda kapolri mau sejenak melepas tahta dan tanggungannya pada
manusia | lalu sebagai hamba-Nya berpikir apa yang menjadi tugasnya
tahta ada ujungnya, umur ada akhirnya | andai ayahanda meninggalkan
kebaikan | tentu tak ada yang lebih layak diingat dibanding itu..
apa yang sudah jadi keputusan Allah | tak layak didiskusikan lagi oleh hamba
Ust. Felix Siauw
Kamis, 27 Februari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kamis, 27 Februari 2014
Dan Perintah Dari-Nya Tak Ada Pengecualian
hijab yang diwajibkan Allah masih didiskusikan di negeri kaum Muslim bernama Indonesia | alasan bagi kita bersedih dan menangis
kewajiban hijab itu tertera dalam Al-Qur'an sama wajibnya dengan shalat | Muslim seperti apa yang berani menentang keputusan Allah?
sedih dan remuk hati ini saat mengetahui ada Muslim yang masih punya pilihan lain | saat Allah dan Rasul sudah menuntun ke jalan terbaik
kebaikan dihambat dengan segala juklak juknis sementara kejahatan dipermudah | memudahkan maksiat mempersulit taat | innalillahi...
sedihnya Rasul saat sahabat menunda menyembelih kurban di Hudaibiyah | bagaimana sedihnya Rasul melihat ummatnya sekarang?
mereka bershalawat tapi mengingkari Nabi, mereka membaca Al-Qur'an namun menantang Allah | ampuni kesombongan kami.. ampuni..
benar pepatah melayu "kalo nak 1000 daye, kalo tak nak 1000 daleh" | mau 1000 upaya, tak mau 1000 alasan | kini 1000 alasan larang hijab
saat manusia merasa dengan tahta ia jadi lebih hebat dari yang lainnya | tunggu saja saat Allah meminta pertanggungan atas tahta
"akulah Tuhanmu tertinggi!" begitu pongah Fir'aun dengan tahtanya | sebelum pertanggungan di laut merah dengan pasir di mulutnya
berani mendebat aturan Allah dengan alasan aturan korps? | adakah aturan korps ditanya saat kaki dibangkitkan di padang mahsyar?
andai ayahanda kapolri mendengar resah gulana ananda disini | andai ayahanda mau berbagi kegundaan bersama ananda akan Tuhan kita Allah
Al-Quran itu layaknya matahari yang membutakan siapapun yang menantangnya | dan menerangi orang yang menundukkan kepala padanya
andai ayahanda kapolri mau sejenak melepas tahta dan tanggungannya pada manusia | lalu sebagai hamba-Nya berpikir apa yang menjadi tugasnya
tahta ada ujungnya, umur ada akhirnya | andai ayahanda meninggalkan kebaikan | tentu tak ada yang lebih layak diingat dibanding itu..
apa yang sudah jadi keputusan Allah | tak layak didiskusikan lagi oleh hamba
Ust. Felix Siauw
kewajiban hijab itu tertera dalam Al-Qur'an sama wajibnya dengan shalat | Muslim seperti apa yang berani menentang keputusan Allah?
sedih dan remuk hati ini saat mengetahui ada Muslim yang masih punya pilihan lain | saat Allah dan Rasul sudah menuntun ke jalan terbaik
kebaikan dihambat dengan segala juklak juknis sementara kejahatan dipermudah | memudahkan maksiat mempersulit taat | innalillahi...
sedihnya Rasul saat sahabat menunda menyembelih kurban di Hudaibiyah | bagaimana sedihnya Rasul melihat ummatnya sekarang?
mereka bershalawat tapi mengingkari Nabi, mereka membaca Al-Qur'an namun menantang Allah | ampuni kesombongan kami.. ampuni..
benar pepatah melayu "kalo nak 1000 daye, kalo tak nak 1000 daleh" | mau 1000 upaya, tak mau 1000 alasan | kini 1000 alasan larang hijab
saat manusia merasa dengan tahta ia jadi lebih hebat dari yang lainnya | tunggu saja saat Allah meminta pertanggungan atas tahta
"akulah Tuhanmu tertinggi!" begitu pongah Fir'aun dengan tahtanya | sebelum pertanggungan di laut merah dengan pasir di mulutnya
berani mendebat aturan Allah dengan alasan aturan korps? | adakah aturan korps ditanya saat kaki dibangkitkan di padang mahsyar?
andai ayahanda kapolri mendengar resah gulana ananda disini | andai ayahanda mau berbagi kegundaan bersama ananda akan Tuhan kita Allah
Al-Quran itu layaknya matahari yang membutakan siapapun yang menantangnya | dan menerangi orang yang menundukkan kepala padanya
andai ayahanda kapolri mau sejenak melepas tahta dan tanggungannya pada manusia | lalu sebagai hamba-Nya berpikir apa yang menjadi tugasnya
tahta ada ujungnya, umur ada akhirnya | andai ayahanda meninggalkan kebaikan | tentu tak ada yang lebih layak diingat dibanding itu..
apa yang sudah jadi keputusan Allah | tak layak didiskusikan lagi oleh hamba
Ust. Felix Siauw
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar