Kamis, 27 Februari 2014

Dan Perintah Dari-Nya Tak Ada Pengecualian

hijab yang diwajibkan Allah masih didiskusikan di negeri kaum Muslim bernama Indonesia | alasan bagi kita bersedih dan menangis

kewajiban hijab itu tertera dalam Al-Qur'an sama wajibnya dengan shalat | Muslim seperti apa yang berani menentang keputusan Allah?

sedih dan remuk hati ini saat mengetahui ada Muslim yang masih punya pilihan lain | saat Allah dan Rasul sudah menuntun ke jalan terbaik

kebaikan dihambat dengan segala juklak juknis sementara kejahatan dipermudah | memudahkan maksiat mempersulit taat | innalillahi...

sedihnya Rasul saat sahabat menunda menyembelih kurban di Hudaibiyah | bagaimana sedihnya Rasul melihat ummatnya sekarang?

mereka bershalawat tapi mengingkari Nabi, mereka membaca Al-Qur'an namun menantang Allah | ampuni kesombongan kami.. ampuni..


benar pepatah melayu "kalo nak 1000 daye, kalo tak nak 1000 daleh" | mau 1000 upaya, tak mau 1000 alasan | kini 1000 alasan larang hijab

saat manusia merasa dengan tahta ia jadi lebih hebat dari yang lainnya | tunggu saja saat Allah meminta pertanggungan atas tahta

"akulah Tuhanmu tertinggi!" begitu pongah Fir'aun dengan tahtanya | sebelum pertanggungan di laut merah dengan pasir di mulutnya

berani mendebat aturan Allah dengan alasan aturan korps? | adakah aturan korps ditanya saat kaki dibangkitkan di padang mahsyar?

andai ayahanda kapolri mendengar resah gulana ananda disini | andai ayahanda mau berbagi kegundaan bersama ananda akan Tuhan kita Allah

Al-Quran itu layaknya matahari yang membutakan siapapun yang menantangnya | dan menerangi orang yang menundukkan kepala padanya

andai ayahanda kapolri mau sejenak melepas tahta dan tanggungannya pada manusia | lalu sebagai hamba-Nya berpikir apa yang menjadi tugasnya

tahta ada ujungnya, umur ada akhirnya | andai ayahanda meninggalkan kebaikan | tentu tak ada yang lebih layak diingat dibanding itu..

apa yang sudah jadi keputusan Allah | tak layak didiskusikan lagi oleh hamba


Ust. Felix Siauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 27 Februari 2014

Dan Perintah Dari-Nya Tak Ada Pengecualian

hijab yang diwajibkan Allah masih didiskusikan di negeri kaum Muslim bernama Indonesia | alasan bagi kita bersedih dan menangis

kewajiban hijab itu tertera dalam Al-Qur'an sama wajibnya dengan shalat | Muslim seperti apa yang berani menentang keputusan Allah?

sedih dan remuk hati ini saat mengetahui ada Muslim yang masih punya pilihan lain | saat Allah dan Rasul sudah menuntun ke jalan terbaik

kebaikan dihambat dengan segala juklak juknis sementara kejahatan dipermudah | memudahkan maksiat mempersulit taat | innalillahi...

sedihnya Rasul saat sahabat menunda menyembelih kurban di Hudaibiyah | bagaimana sedihnya Rasul melihat ummatnya sekarang?

mereka bershalawat tapi mengingkari Nabi, mereka membaca Al-Qur'an namun menantang Allah | ampuni kesombongan kami.. ampuni..


benar pepatah melayu "kalo nak 1000 daye, kalo tak nak 1000 daleh" | mau 1000 upaya, tak mau 1000 alasan | kini 1000 alasan larang hijab

saat manusia merasa dengan tahta ia jadi lebih hebat dari yang lainnya | tunggu saja saat Allah meminta pertanggungan atas tahta

"akulah Tuhanmu tertinggi!" begitu pongah Fir'aun dengan tahtanya | sebelum pertanggungan di laut merah dengan pasir di mulutnya

berani mendebat aturan Allah dengan alasan aturan korps? | adakah aturan korps ditanya saat kaki dibangkitkan di padang mahsyar?

andai ayahanda kapolri mendengar resah gulana ananda disini | andai ayahanda mau berbagi kegundaan bersama ananda akan Tuhan kita Allah

Al-Quran itu layaknya matahari yang membutakan siapapun yang menantangnya | dan menerangi orang yang menundukkan kepala padanya

andai ayahanda kapolri mau sejenak melepas tahta dan tanggungannya pada manusia | lalu sebagai hamba-Nya berpikir apa yang menjadi tugasnya

tahta ada ujungnya, umur ada akhirnya | andai ayahanda meninggalkan kebaikan | tentu tak ada yang lebih layak diingat dibanding itu..

apa yang sudah jadi keputusan Allah | tak layak didiskusikan lagi oleh hamba


Ust. Felix Siauw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar